Posts Tagged ‘klasifikasi agregat yang terdiri dari agregat berat agregat normal dan agregat ringan’

1. Agregat Berat

Adalah jenis agregat yang dibuat beton dengan berat isi lebih besar dari 2400 kg/m3. Tujuan dipakai beton berat untuk mendapat beton yang berat isinya lebih besar karena kegunaanya untuk menahan radiasi yang membahayakan manusia.

Untuk membuat beton dengan berat isi tinggi biasanya dipakai batu Barite (BaSO4), berat isi : 4,15 -4,45  t/m3 ; Bijih besi (Magnetite atau Lemonite), berat isi : 4,40 – 5,00 t/m3 ; Butiran atau potongan besi/baja, berat isi : 6,80 – 7,60 t/m3

Membuat beton dengan agregat berat, dengan kecelakaan ( Workability ) yang diingkan biasanya mengalami kesukaran, karena perbedaan berat jenis dengan semen, Berat jenis agregat berat jauh lebih besar dari pada semen. Jika ingin mengurangi adanya segregasi, dapat diusahakan dengan menggunakan air seminimal mungkin agar beton dapat dikerjakan tanpa adanya segregasi.

2. Agergat Normal

Agregat normal adalah jenis agregat yang dapat dibuat beton dengan berat isi antara 1800- 2500 kg/m3. Tujuan dipakai agregat normal adalah untuk membuat beton dengan tanpa persyaratan khusus.

Agregat yang dipakai umumnya merupakan batuan yang padat dan kompak dari jenis batuan beku, batuan endapan ( sedimen ) dan batuan malihan ( metamorphosa ).

3. Agregat Ringan

Agregat ringan adalah jenis agregat yang dapat dibuat beton dengan berat isi antara 300 – 1800 kg/m3. Tujuan dipakai agregat ringan adalah untuk pembuatan beton dengan tujuan khusus.

Agregat yang digunakan misalnya batu tulis, lempung yang membengkah (expanded clay), terak pecah, tanah foamed, batu apung dan lain sebagainya.

Iklan