Arsip untuk Desember, 2012

Terbentuknya Tanah dan Batuan

Asal-usul Tanah

Bagian yang paling dominan dari tanah adalah mineral padat, terbentuk dari hasil pelapukan batuan. Ukuran butiran padat tersebut bervariasi dan sifat fisiknya tergantung dari faktor ukuran, bentuk dan komposisi kimia butiran. Untuk itu diperlukan pengetahuan bagaimana proses dari batuan yang mengalami pelapukan menjadi tanah. Berdasarkan prosesnya batuan dikelompokan menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Macam-macam batuan di uraikan sebagai berikut :

a. Batuan Beku

     Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari membekunya magma cair tersembul ke permukaan melalui rekahan-rekahan pada kulit bumi atau melalui gunung berapi yang mendingin dan membeku di permukaan bumi.

b. Batuan Sedimen

     Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari endapan. Batuan tersebut terbentuk karena adanya tekanan lapisan tanah diatasnya dan adanya proses sementasi antara butiran oleh unsur-unsur sementasi seperti oksidasi, kalsit, dolomite, quarts yang terbawa oleh larutan air tanah.

c. Batuan Metamorf

     Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk dari proses perubahan komposisi dan tekstur, akibata panas dan tekanan tanpa pernah menjadi cair, dimana mineral-mineral baru terbentuk , sehingga butiran-butiran mineralnya terkena geseran yang kemudian membentuk tekstur berlapis-lapis.

d. Pelapukan

     Pelapukan adalah proses terurainya batuan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil akibat proses mekanis dan kimia. Proses tersebut dapat di uraikan sebagai berikut.

1. Pelapukan Mekanis

     Diakibatkan dari muai dan menyusutnya batuan karena perubahan panas atau dingin yang terus menerus, menjadi es dan muai volume air yang sebelumnya meresap kedalam pori atau celah halus batuan, dan gesekan permukaan batuan akibat air di sungai, ombak air laut.

2. Pelapukan Kimia

     Diakibatkan dari mineral batuan induk di ubah menjadi mineral-mineral baru melaui reaksi kimia.

e.  Transportasi hasil pelapukan dimungkinkan terjadi dengn dua kategori, yaitu :

1. Tinggal di suatu tempat ( residual soil ) yaitu tanah yang terjadi oleh penumpukan produk-produk pelapukan di tempat asalnya saja, tanah ini mempunya sifat butiran halus terdapat di permukaan dan ukuran butiran semakin besar berjalan semakin dalam dari pemukaan.

2. Terbawa ke tempat lain ( trannspoted soil ) oleh es, air, angin, dan grafitasi.

 

Iklan

Jenis-jenis Pozolan

Di Indonesia sering disebut dengan teras yaitu bahan yang mengandung silisium atau alumunium serta tidak mempunyai sifat penyemenan, namun dalam bentuk serbuk halus jika ditaburi ai dapat bereaksi dengan kalsium hidroksida dalam suru ruangan dapat membentuk senyawa-senyawa yang mempunyai sifat penyemenan.

(lebih…)

Macam-Macam Semen

Posted: Desember 19, 2012 in Semen

1.Semen Portland Type I
Dipakai untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0, 0% – 0, 10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat, perkerasan jalan, struktur rel, dan lain-lain

2. Semen PortLand type II.
Dipakai untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat ( Pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0, 10 – 0, 20 % ) dan panas hidrasi sedang, misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan.

3. Semen Portland type III
Dipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi, misalnya untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat.

4. Semen Portland type IV

Adalah tipe semen dengan panas hidrasi rendah. Semen tipe ini digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah dan kenaikan panas harus diminimalkan. Oleh karena itu semen jenis ini akan memperoleh tingkat kuat beton dengan lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Tipe semen seperti ini digunakan untuk struktur beton masif seperti dam gravitasi besar yang mana kenaikan temperatur akibat panas yang dihasilkan selama proses curing merupakan faktor kritis.

5. Semen Portland type V
Dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air yang mengandung sulfat melebihi 0, 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.

6. Super Masonry Cement
Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya.

7. Oil Well Cement, Class G-HSR ( High Sulfate Resistance) .
Merupakan semen Khusus yang digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC” . adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.

8. Portland Composite Cement ( PCC)
Semen memnuhi persyratan mutu portland COmposite Cement SNI 15-7064-2004. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

9. Super ” Portland Pozzolan Cement” ( PPC) .
Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Dapat digunakan secara luas seperti :
– konstruksi beton massa ( bendungan, dam dan irigasi)
– Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( Bangunan tepi pantai, tanah rawa) .
– Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
– Pekerjaan pasangan dan plesteran.

PEMANFAATAN  FLY ASH SEBAGAI CAMPURAN SEMEN

Fly ash atau abu terbang adalah sisa dari pembakaran batu bara yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan adukan ( mortar) beton semen untuk mendapatkan kualitas beton yang tinggi dan ekonomis. Bahan bangunan fly ash dapat digunakan baik untuk pembuatan campuran agregat beton ( ready mix) , bahan tambahan paving block, mortar, batako. Sebagai bahan tambah beton, fly ash dinilai dapat meningkatkan kualitas beton dalam hal kekuatan, kekedapan air, dan ketahanan terhadap sulfat dan kemudahan dalam hal pengerjaan.

(lebih…)